Pages

Sunday, December 29, 2013

Datangnya Zaman Kebangkitan


Manusia memang tidak sempurna. Normalnya memang seperti itu. Karena itu memang sudah menjadi takdir kita. Kita terkadang malas, kadang kurang peduli, kadang penuh nafsu dan ambisi, sombong, kadang kita penakut, dan kadang tidak berani berbuat sesuatu walaupun kita tahu itu benar. Kita juga kadang tidak belajar dari kesalahan-kesalahan. Kita menginginkan harta, kekuasaan, dan kebahagiaan tetapi tidak mau berjuang dan berkorban bahkan kadang mau mencurinya dari orang lain.

Akan tetapi, kelemahan manusia itu sering kali fatal dan harus dibayar mahal. Kemajuan berhenti berubah menjadi kerusakan. Makin lama makin parah. Manusia banyak hidup dalam penderitaan, keterbelakangan, kemiskinan, ketidakberdayaan, atau perselisihan, peperangan, dan kehancuran-kehancuran besar. Itu sudah berlangsung ribuan tahun lamanya. Zaman Jahiliyah, dark ages Eropa, imperialisme, perang dunia, kapitalisme yang memperkaya sebagian orang dan memiskinkan orang lainnya, dan seterusnya.

Akan tetapi, manusia memang diberikan Tuhan sebuah anugerah yang luar biasa, yakni kemampuan untuk belajar dan berubah. Kita bisa berbuat baik dan menjadi makin baik. Walaupun seribu tahun lamanya, manusia akhirnya akan belajar. Tuhan juga pada waktunya akan memberikan sedikit ujian untuk mendorong manusia supaya berubah demi kebaikan.

Manusia memang berubah. Manusia bangkit. Peradaban-peadaban tumbuh dan berkembang. Orang-oang belajar dan mendapatkan pencerahan-pencerahan baru yang revolusioner. Kedatangan Nabi Muhammad SAW. dan Islam, keunggulan peradaban Abbasiyah dan Andalusia., Renaissance Italia, kebangkitan imperium Inggris, dan Restorasi Meiji adalah bukti bahwa manusia mamou belajar dengan kehebatan yang luar biasa. Tidak peduli dengan seberapa bodohnya kita, ketika mau belajar, manusia akan menjadi lebih baik atau lebih kuat. Kita bisa menciptakan kekayaan yang berlimpah-limpah, mengobati penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak bisa disembuhkan, atau membelah atom, dan tebang ke bulan.

Ketika kita belajar dengan sungguh-sungguh, sesuatu yang besar akan terjadi. Ketika manusia lupa, dunia akan menjadi keras dan kerusakan terjadi di mana-mana. Akan tetapi, akan ada orang-orangyang belajar. Kadang-kadang hanya sedikit, bahkan hanya satu orang. Mereka adalah orang-orang istimewa. Mereka memiliki cinta yang besar pada sesama, pada kemanusiaan, cinta pada bangsa, dan cinta pada Tuhan. Mereka juga adalah pembelajar-pembelajar besar, para pencinta ilmu. Ketika banyak manusia semakin lupa, kehancuran yang besar membuat mereka belajar makin keras lagi. Rasa cinta dan kegetiran melihat semua kerusakan itu membuat mereka mengerahkan semua tenaga dan pemikiran yang dimiliki untuk mencari jalan, mencari pemecahan.

Ketika proses belajar mencapai puncaknya, orang-orang yang sudah belajar tadi akan mempunyai tingkat pengetahuan yang begitu intens sehingga mereka seperti mendapat sebuah pencerahan, sebuah tingkat pemahaman baru, ide-ide baru, pilihan-pilihan yang lebih banyak, dan pemecahan-pemecahan yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Revolusi Kecerdasan.



By. Eko Laksono

0 comments:

Post a Comment