Manusia memang tidak sempurna. Normalnya memang
seperti itu. Karena itu memang sudah menjadi takdir kita. Kita terkadang malas,
kadang kurang peduli, kadang penuh nafsu dan ambisi, sombong, kadang kita
penakut, dan kadang tidak berani berbuat sesuatu walaupun kita tahu itu benar.
Kita juga kadang tidak belajar dari kesalahan-kesalahan. Kita menginginkan
harta, kekuasaan, dan kebahagiaan tetapi tidak mau berjuang dan berkorban
bahkan kadang mau mencurinya dari orang lain.
Akan tetapi, kelemahan manusia itu sering kali fatal
dan harus dibayar mahal. Kemajuan berhenti berubah menjadi kerusakan. Makin
lama makin parah. Manusia banyak hidup dalam penderitaan, keterbelakangan,
kemiskinan, ketidakberdayaan, atau perselisihan, peperangan, dan
kehancuran-kehancuran besar. Itu sudah berlangsung ribuan tahun lamanya. Zaman
Jahiliyah, dark ages Eropa,
imperialisme, perang dunia, kapitalisme yang memperkaya sebagian orang dan
memiskinkan orang lainnya, dan seterusnya.
Akan tetapi, manusia memang diberikan Tuhan sebuah
anugerah yang luar biasa, yakni kemampuan untuk belajar dan berubah. Kita bisa
berbuat baik dan menjadi makin baik. Walaupun seribu tahun lamanya, manusia
akhirnya akan belajar. Tuhan juga pada waktunya akan memberikan sedikit ujian
untuk mendorong manusia supaya berubah demi kebaikan.
Manusia memang berubah. Manusia bangkit.
Peradaban-peadaban tumbuh dan berkembang. Orang-oang belajar dan mendapatkan
pencerahan-pencerahan baru yang revolusioner. Kedatangan Nabi Muhammad SAW. dan
Islam, keunggulan peradaban Abbasiyah dan Andalusia., Renaissance Italia, kebangkitan imperium Inggris, dan Restorasi
Meiji adalah bukti bahwa manusia mamou belajar dengan kehebatan yang luar
biasa. Tidak peduli dengan seberapa bodohnya kita, ketika mau belajar, manusia
akan menjadi lebih baik atau lebih kuat. Kita bisa menciptakan kekayaan yang
berlimpah-limpah, mengobati penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak bisa
disembuhkan, atau membelah atom, dan tebang ke bulan.
Ketika kita belajar dengan sungguh-sungguh, sesuatu
yang besar akan terjadi. Ketika manusia lupa, dunia akan menjadi keras dan
kerusakan terjadi di mana-mana. Akan tetapi, akan ada orang-orangyang belajar.
Kadang-kadang hanya sedikit, bahkan hanya satu orang. Mereka adalah orang-orang
istimewa. Mereka memiliki cinta yang besar pada sesama, pada kemanusiaan, cinta
pada bangsa, dan cinta pada Tuhan. Mereka juga adalah pembelajar-pembelajar
besar, para pencinta ilmu. Ketika
banyak manusia semakin lupa, kehancuran yang besar membuat mereka belajar makin
keras lagi. Rasa cinta dan kegetiran melihat semua kerusakan itu membuat mereka
mengerahkan semua tenaga dan pemikiran yang dimiliki untuk mencari jalan,
mencari pemecahan.
Ketika proses belajar mencapai puncaknya,
orang-orang yang sudah belajar tadi akan mempunyai tingkat pengetahuan yang
begitu intens sehingga mereka seperti mendapat sebuah pencerahan, sebuah
tingkat pemahaman baru, ide-ide baru, pilihan-pilihan yang lebih banyak, dan
pemecahan-pemecahan yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Revolusi Kecerdasan.
By. Eko Laksono






0 comments:
Post a Comment