Pages

Tuesday, July 2, 2013

Gila Surga

Gila! Mana ada orang yang mau ngasih satu milyar rupiah begitu saja ke orang lain? Satu milyar! Kalau ada, boleh dong ketemu dengannya…
Hari itu, dimadinah tenang. Lengang menguasai kota. Senyap menyergap segenap penjurunya. Tiba-tiba… debu tebal mendekati Madinah. Debu itu membumbung tinggi menutupi angkasa. Angin yang bertiup membawa pusaran debu itu ke gerbang-gerbang Madinah. Warga mngira, badai sedang mengancam pemukiman mereka. Dan sang badai mengirimkan warta melalui debu pasirnya. Tapi… bukan badai yang muncul dari luar sana. Malahan, terdengar hiruk pikuk suara dari gumpalannya. Subhanallah! Ternyata itu adalah suara rombongan yang BESAR dan paaaaannnjaaaaaaaaaaaangngngng…!

Bukan main. 700 unta penuh dengan beraneka barang! Warga pun geger. Berita pun cepat menyebar laksana aliran listrik yang mendapatkan penghantar. Banyak yang kemudian turut turun ke jalan, menyaksikan keramaian. Kafilah dagang dari mana pula ini?
“Apa yang sedang terjadi di Madinah?” tanya Aisyah ra, sang ibunda orang-orang beriman.
“Kafilah dagang Abdurrahman bin Auf datang dari Syam membawa barang dagangannya.”
“Satu kafilah dagang menyebabkan kegaduhan seperti ini?”
“Ya, wahai Ummul Mu’minin. Kafilah itu terdiri dari 700 unta penuh muatan.”
Wanita mulia itu menggelengkan kepala. Ia pun berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”
Beberapa sahabat yang mendengar perkataan itu, segera memberitahukan kepada Abdurrahman bin Auf. Begitu mendengar hal tersebut, dengan bergegas, tanpa sempat menurunkan muatan dari rombongan dagangnya, Ibnu Auf menemui ‘Aisyah ra. “Ibunda mengingatkan saya kepada sabda Rasulullah SAW yang tak pernah saya lupakan. Ketahuilah, Bunda. Semua kafilah dengan muatannya ini, saya persembahkan untuk perjuangan di jalan Allah.” Allahu Akbar! Semoga Allah melimpahkan barakahNya pada dirimu, keluargamu, dan hartamu wahai Abdurrahman!
Gila! Tak hanya 1 milyar! Bahkan 700 unta penuh dengan muatan! Ah, jadi pingin ketemu dengan orang-orang seperti putra Auf, Abdurrahman. Kini, dimanakah Abdurrahman-Abdurrahman lainnya?
 
Diambil dari Fatan Fantastik

0 comments:

Post a Comment